DISKUSI RINGAN: Motivasi Mahasiswa Dalam Inovasi Dan Teknologi Pengembangan Destinasi (Fokus BRIN)
- Rabu, 12 November 2025
- Media Berita
- 0 komentar
DARSANA TV – Palu, 04 November 2025
Semangat kolaborasi lintas disiplin ilmu menyala dalam Diskusi Ringan yang diinisiasi oleh Program Studi Pariwisata Budaya dan Keagamaan STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah. Mengusung tema “Motivasi Mahasiswa dalam Inovasi dan Teknologi Pengembangan Destinasi (Fokus BRIN)”, kegiatan ini menjadi katalisator bagi akademisi dan generasi muda Palu untuk merumuskan strategi transformatif dalam pengembangan destinasi wisata lokal. Arah utama diskusi ini jelas: memaksimalkan integrasi inovasi dan teknologi berbasis riset untuk mendefinisikan ulang wajah pariwisata Sulawesi Tengah.
STAH Dharma Sentana menghadirkan Pandu Prayoga, M.A., Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jakarta sekaligus alumnus S2 di Inggris, sebagai narasumber utama. Dengan pengalaman luas di bidang riset regional ASEAN, Pandu memaparkan bagaimana teknologi kini menjadi urat nadi pariwisata global. Ia mengajak peserta meneladani kesuksesan negara-negara Asia seperti Tiongkok, Singapura, Malaysia, dan Taiwan yang telah mengimplementasikan teknologi canggih—mulai dari sistem manajemen hotel hingga kendaraan tanpa pengemudi (driverless)—guna membangun ekosistem pariwisata yang efisien dan futuristik.
Diskusi ini juga menjadi ajang sinergi antarkampus. Selain mahasiswa STAH Dharma Sentana, hadir pula mahasiswa dari UIN Datokarama Palu (Program Studi Sejarah Peradaban Islam) dan FKIP Universitas Tadulako (Program Studi Pendidikan Sejarah). Kolaborasi ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa pengembangan pariwisata berkelanjutan menuntut integrasi antara ilmu pariwisata, nilai-nilai keagamaan, serta pemahaman sejarah dan budaya lokal. Antusiasme peserta terlihat tinggi. Mahasiswa menyoroti pentingnya transformasi pendidikan tinggi agar lebih aplikatif terhadap kebutuhan industri. Mereka mendorong agar proyek akademik dijadikan inkubator inovasi pariwisata digital, seperti pengembangan aplikasi pemandu berbasis Virtual Reality (VR) atau sistem manajemen destinasi berbasis data. Gagasan ini menunjukkan semangat mahasiswa untuk beralih dari penonton menjadi aktor utama perubahan pariwisata di Kota Palu.
Salah satu momen menarik muncul saat diskusi menyentuh isu infrastruktur lokal, khususnya Bus Trans Palu yang saat ini tidak beroperasi. Mahasiswa secara kritis mempertanyakan kemungkinan untuk menghidupkan kembali aset tersebut sebagai bagian dari produk wisata Palu. Mereka mencontohkan keberhasilan sistem transportasi publik seperti Trans Jakarta dan Trans Jogja, yang tidak hanya terjangkau tetapi juga mendukung mobilitas wisatawan. Menanggapi ide ini, Pandu Prayoga bersama para peserta menawarkan konsep inovatif: transformasi Bus Trans Palu menjadi armada Bus Wisata Sejarah Palu. Dalam rancangan ini, mahasiswa Pariwisata bertugas mengembangkan manajemen layanan, rute, dan branding digital, sedangkan mahasiswa Sejarah berperan sebagai storyteller yang membawakan narasi sejarah di sepanjang perjalanan wisata.
Gagasan tersebut mendapat dukungan penuh dari Windayanti, S.Pd., M.Pd., Dosen Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Tadulako, yang menilai kolaborasi lintas kampus seperti ini merupakan solusi kreatif terhadap tantangan infrastruktur daerah. Menurutnya, konsep bus wisata tematik ini bukan hanya menghidupkan aset mangkrak, tetapi juga memperkaya pengalaman wisata dengan sentuhan edukatif dan budaya lokal.
Dalam konteks pengembangan destinasi Palu, mahasiswa Pariwisata didorong menjadi motor inovasi digital dan penggerak narasi lokal dengan fokus pada tiga aspek utama:
-
Digitalisasi pengalaman wisata melalui aplikasi atau media interaktif berbasis VR,
-
Penguatan nilai sejarah dan budaya lokal sebagai keunikan destinasi,
-
Inisiatif kolaboratif lintas disiplin dan lintas kampus untuk menciptakan produk wisata baru yang berkelanjutan.
Diskusi ini menegaskan bahwa motivasi dan inisiatif kolaboratif mahasiswa adalah kunci transformasi pariwisata Palu. Mengambil inspirasi dari model riset BRIN dan praktik global, kegiatan ini berhasil merumuskan solusi konkret atas permasalahan infrastruktur sekaligus menghadirkan rencana aksi nyata: menjadikan Bus Trans Palu sebagai Bus Wisata Sejarah Palu. Langkah ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi mampu menjadi lokomotif pembangunan daerah, dengan mahasiswa sebagai agen perubahan yang mengubah tantangan lokal menjadi peluang wisata modern, inklusif, dan edukatif.
Reporter Darsana TV (KT & GEP) – Palu, 04 November 2025




Berita Terkait
Mantapkan Mutu Akademik, STAH Dharma Sentana Gelar Ujian Komprehensif Berbasis Kombinasi
Senin, 25 Mei 2026
Sambut Dies Natalis ke-18, STAH Dharma Sentana Gelar Laga Persahabatan Voli antara Yayasan dan Pengelola Kampus
Senin, 25 Mei 2026
Perkuat Nilai Sraddha, STAH Dharma Sentana Gelar Seminar Nasional Bersama Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda
Senin, 25 Mei 2026
Perluas Akses Pendidikan, STAH Dharma Sentana Gelar Sosialisasi PMB di Pura Agung Purnasada Tolai
Senin, 25 Mei 2026
Perkuat Tata Kelola Lingkungan, STAH Dharma Sentana Gelar PKM Berbasis Ekoteologi di Pantai Arjuna
Senin, 25 Mei 2026
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL (BRIN) DORONG INOVASI PANGAN: MAHASISWA STAH DHARMA SENTANA DIBEKALI TEKNOLOGI PENGEMASAN MODERN
Kamis, 23 April 2026
Transformasi Tata Kelola: STAH Dharma Sentana Gelar Sosialisasi DURK, SBU, dan Penguatan Tupoksi
Sabtu, 18 April 2026
Piodalan Pura Agung Saraswati STAH Dharma Sentana Dirangkaikan Pawintenan dan Pelantikan Pengurus Ormawa
Minggu, 05 April 2026